BIAS DT dan Td: Lindungi Anak dari Difteri dan Tetanus
BIAS DT dan Td: Lindungi Anak dari Difteri dan Tetanus
Pengertian BIAS
Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan program imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah. Program ini bertujuan mempertahankan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, termasuk difteri dan tetanus.
Imunisasi BIAS umumnya dilaksanakan melalui sekolah dasar dan satuan pendidikan yang setara. Pelaksanaannya melibatkan sekolah, puskesmas, dinas kesehatan, pemerintah daerah, guru, orang tua, dan masyarakat.
Jadwal, sasaran kelas, jenis vaksin, serta teknis pelayanan dapat berbeda menurut kebijakan dan kondisi setiap daerah. Orang tua perlu mengikuti pemberitahuan resmi dari sekolah, puskesmas, atau dinas kesehatan setempat.
Tujuan Pelaksanaan BIAS
BIAS bertujuan untuk:
- Mempertahankan perlindungan anak terhadap penyakit menular.
- Memberikan imunisasi lanjutan sesuai kebutuhan usia.
- Mengurangi risiko penyakit berat dan komplikasi.
- Mencegah kejadian luar biasa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
- Meningkatkan pemerataan cakupan imunisasi.
- Menjangkau anak melalui lingkungan sekolah.
- Membangun kesadaran hidup sehat sejak usia sekolah.
Cakupan imunisasi 14 antigen tercatat sebesar 66,2 persen per Desember 2025. Angka tersebut merupakan cakupan keseluruhan, bukan angka khusus BIAS DT atau Td, tetapi menunjukkan pentingnya meningkatkan partisipasi imunisasi Sumber 1.
Mengenal Vaksin DT dan Td
Vaksin DT
DT merupakan vaksin kombinasi yang melindungi terhadap difteri dan tetanus. Vaksin ini diberikan sesuai kelompok usia, riwayat imunisasi, dan ketentuan program pemerintah.
Vaksin Td
Td juga melindungi terhadap tetanus dan difteri. Vaksin ini umumnya digunakan sebagai imunisasi lanjutan atau penguat pada kelompok usia yang lebih besar. Kandungan antigen difteri pada Td disesuaikan dengan kebutuhan kelompok usia tertentu.
Perbedaan DT dan Td
| Aspek | DT | Td |
|---|---|---|
| Perlindungan | Difteri dan tetanus | Tetanus dan difteri |
| Penggunaan | Sesuai kelompok anak dan jadwal program | Umumnya sebagai imunisasi lanjutan atau penguat |
| Sasaran | Berdasarkan usia dan kebijakan program | Berdasarkan usia dan jadwal imunisasi |
| Pelaksana | Tenaga kesehatan | Tenaga kesehatan |
| Jadwal | Dapat berbeda menurut wilayah dan tahun | Dapat berbeda menurut wilayah dan tahun |
DT dan Td sama-sama penting. Tenaga kesehatan menentukan vaksin yang sesuai berdasarkan usia, sasaran kelas, riwayat imunisasi, dan kondisi anak. Orang tua tidak perlu memilih vaksin sendiri.
Mengapa Imunisasi DT dan Td Penting?
Difteri
Difteri merupakan infeksi yang dapat menyerang saluran pernapasan dan menyebabkan selaput pada tenggorokan. Kondisi ini dapat mengganggu pernapasan dan menelan serta menimbulkan komplikasi pada jantung dan sistem saraf.
Penularan dapat terjadi melalui percikan saat batuk atau bersin, kontak dekat, dan paparan sekret saluran pernapasan. Imunisasi membantu mengurangi risiko penyakit berat dan penyebaran difteri.
Tetanus
Tetanus disebabkan oleh racun yang dihasilkan bakteri tertentu. Bakteri dapat masuk melalui luka yang terkontaminasi tanah, debu, benda kotor, atau bahan lain.
Tetanus dapat menyebabkan kekakuan otot, kesulitan membuka mulut, gangguan menelan, dan kejang. Penyakit ini tidak menular antarmanusia seperti flu, tetapi dampaknya dapat berat.
Kekebalan dari Imunisasi
Vaksin melatih sistem kekebalan untuk mengenali antigen tertentu. Imunisasi tidak menjamin seseorang tidak pernah sakit, tetapi membantu mengurangi risiko penyakit berat, komplikasi, dan penularan.
Sasaran Imunisasi BIAS DT dan Td
Sasaran BIAS ditentukan berdasarkan kelas, usia, riwayat imunisasi, dan kebijakan program di setiap wilayah. Tidak semua anak menerima jenis vaksin yang sama pada waktu yang sama.
Orang tua perlu memberi tahu petugas jika anak:
- Belum memiliki catatan imunisasi lengkap.
- Pindah sekolah atau wilayah.
- Tidak hadir saat imunisasi di sekolah.
- Memiliki riwayat alergi berat terhadap vaksin.
- Pernah mengalami reaksi berat setelah imunisasi.
- Sedang demam atau menjalani pengobatan.
- Memiliki kondisi kesehatan khusus.
Kondisi tersebut tidak selalu berarti anak tidak boleh diimunisasi. Tenaga kesehatan menentukan apakah vaksin dapat diberikan atau perlu ditunda.
Pelaksanaan BIAS di Sekolah
Tahapan BIAS umumnya meliputi:
- Sekolah menyampaikan jadwal, sasaran, persetujuan, dan lokasi pelayanan.
- Petugas kesehatan memeriksa kondisi anak, riwayat alergi, dan riwayat imunisasi.
- Vaksin diberikan oleh tenaga kesehatan yang berwenang.
- Anak menunggu untuk pemantauan setelah penyuntikan.
- Sekolah dan puskesmas menindaklanjuti anak yang tidak hadir.
Anak yang tidak hadir biasanya masih dapat mengikuti imunisasi susulan. Orang tua perlu menghubungi sekolah atau puskesmas, lalu membawa buku imunisasi dan informasi kesehatan anak.
Persiapan Orang Tua
Sebelum imunisasi, orang tua perlu:
- Membaca pemberitahuan resmi dari sekolah.
- Menyiapkan buku imunisasi atau buku kesehatan anak.
- Menyampaikan riwayat alergi dan reaksi berat setelah imunisasi.
- Memberi tahu petugas tentang penyakit atau obat yang sedang dikonsumsi anak.
- Memastikan anak cukup tidur dan memperoleh makanan serta minuman sesuai kebiasaannya.
- Menjelaskan kepada anak bahwa penyuntikan berlangsung singkat.
- Menghindari ancaman yang dapat meningkatkan ketakutan anak.
Anak umumnya tidak perlu berpuasa sebelum imunisasi, kecuali ada petunjuk medis tertentu.
Efek Samping Setelah Imunisasi
Reaksi ringan yang dapat muncul meliputi:
- Nyeri pada lokasi suntikan.
- Kemerahan atau bengkak ringan.
- Demam ringan.
- Lelah atau mengantuk.
- Pegal pada lengan.
Reaksi tersebut umumnya sementara. Anak dapat beristirahat dan minum cukup. Ikuti petunjuk tenaga kesehatan, dan jangan memberikan obat tanpa arahan yang sesuai.
Segera hubungi tenaga kesehatan jika anak mengalami demam tinggi, bengkak atau nyeri yang semakin berat, sesak napas, pembengkakan wajah atau tenggorokan, ruam luas, sangat lemas, penurunan kesadaran, kejang, atau kondisi yang memburuk. Jika muncul tanda alergi berat, segera cari pertolongan medis.
Peran Sekolah, Orang Tua, dan Pemerintah
Sekolah membantu mendata sasaran, menyampaikan informasi, menyiapkan tempat pelayanan, mendampingi anak, dan menindaklanjuti ketidakhadiran.
Orang tua perlu memberikan informasi kesehatan secara lengkap, memastikan anak hadir, memantau kondisi setelah imunisasi, menyimpan catatan vaksinasi, dan menghubungi puskesmas jika memerlukan imunisasi susulan.
Pemerintah daerah, dinas kesehatan, puskesmas, kader, dan masyarakat mendukung ketersediaan layanan serta penyebaran informasi yang benar. Di Jember, pemerintah kelurahan dan kader PKK turut mendampingi pelaksanaan imunisasi di sekolah dasar Sumber 2. Pemerintah Kota Tangerang juga menyelenggarakan imunisasi difteri dan tetanus bagi anak sekolah Sumber 3.
Cara Mengetahui Jadwal BIAS
Jadwal BIAS dapat berbeda menurut wilayah, tahun, sasaran kelas, dan kesiapan layanan. Untuk memperoleh informasi yang benar:
- Periksa pengumuman resmi sekolah.
- Tanyakan kepada wali kelas atau petugas unit kesehatan sekolah.
- Hubungi puskesmas yang bekerja sama dengan sekolah.
- Periksa kanal resmi dinas kesehatan.
- Simpan surat pemberitahuan dan bukti imunisasi.
Jangan menyamakan jadwal di satu daerah dengan daerah lain. Jadwal di Tangerang, Jember, Banten, atau wilayah lain dapat memiliki perbedaan teknis.
Kesimpulan
BIAS DT dan Td membantu mempertahankan perlindungan anak usia sekolah terhadap difteri dan tetanus. Jenis vaksin ditentukan oleh tenaga kesehatan berdasarkan usia, sasaran program, riwayat imunisasi, dan kondisi anak.
Orang tua perlu mengikuti informasi resmi, memastikan anak hadir sesuai jadwal, membawa catatan imunisasi, menyampaikan riwayat kesehatan, serta memantau kondisi anak setelah vaksinasi. Jika anak tidak hadir, hubungi sekolah atau puskesmas untuk menanyakan imunisasi susulan.
Pertanyaan Umum
Apa perbedaan vaksin DT dan Td?
Keduanya melindungi terhadap difteri dan tetanus. Penggunaannya dapat berbeda berdasarkan usia, sasaran program, dan jadwal imunisasi.
Apakah semua anak sekolah menerima DT atau Td?
Tidak. Sasaran ditentukan berdasarkan kelas, usia, riwayat imunisasi, dan kebijakan program di wilayah masing-masing.
Apakah imunisasi BIAS aman?
Imunisasi diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai prosedur. Reaksi ringan seperti nyeri, demam ringan, atau lelah dapat terjadi. Sampaikan riwayat alergi dan kondisi kesehatan anak sebelum vaksinasi.
Apa yang dilakukan jika anak tidak hadir?
Hubungi sekolah atau puskesmas untuk menanyakan jadwal imunisasi susulan. Bawa buku imunisasi dan informasi kesehatan anak.
Bolehkah anak diimunisasi saat sedang sakit?
Keputusan bergantung pada kondisi dan jenis penyakitnya. Sampaikan kondisi anak kepada petugas agar tenaga kesehatan dapat menentukan langkah yang tepat.
Di mana memperoleh jadwal BIAS DT dan Td?
Jadwal dapat diperoleh dari sekolah, puskesmas, dinas kesehatan, atau kanal resmi pemerintah daerah.
Belum ada komentar.