Breaking
HOME DUNIA BISNIS TEKNOLOGI HIBURAN OLAHRAGA SAINS KESEHATAN Privacy Policy

DBS dan VNS untuk Parkinson serta Epilepsi

DBS dan VNS untuk Parkinson serta Epilepsi

DBS dan VNS untuk Pasien Parkinson serta Epilepsi

Harapan Baru bagi Pasien Parkinson dan Epilepsi

Penyakit Parkinson dan epilepsi merupakan dua gangguan neurologis dengan mekanisme, gejala, dan kebutuhan terapi yang berbeda. Parkinson terutama memengaruhi gerakan, seperti tremor, kekakuan otot, dan gerakan yang melambat. Epilepsi ditandai oleh kecenderungan mengalami kejang berulang akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal.

Kemajuan teknologi kedokteran menghadirkan pilihan stimulasi saraf untuk pasien tertentu. Dua teknologi yang banyak dibahas ialah Deep Brain Stimulation (DBS) dan Vagus Nerve Stimulation (VNS). DBS terutama digunakan untuk membantu mengendalikan gejala motorik pada pasien Parkinson yang memenuhi kriteria. VNS terutama digunakan sebagai terapi tambahan bagi pasien epilepsi yang kejangnya belum terkendali secara memadai dengan obat.

Kehadiran DBS dan VNS di Indonesia diberitakan sebagai pilihan terapi bagi pasien dengan kondisi neurologis yang sulit dikendalikan, termasuk melalui layanan di Mitra Keluarga Kemayoran Sumber 1. Sumber lain juga membahas DBS dan VNS sebagai pendekatan terapi untuk Parkinson serta epilepsi Sumber 5.

DBS dan VNS bukan penyembuh otomatis serta tidak menggantikan obat, rehabilitasi, atau terapi standar. Keputusan terapi harus dibuat setelah evaluasi dokter spesialis, pemeriksaan menyeluruh, dan pembahasan manfaat serta risikonya.

Mengenal DBS dan VNS

Apa Itu DBS?

Deep Brain Stimulation (DBS) adalah terapi stimulasi otak menggunakan elektroda yang ditempatkan pada area otak tertentu. Elektroda tersebut terhubung dengan generator impuls listrik yang ditanam di dalam tubuh.

Perangkat DBS mengirimkan stimulasi dengan parameter yang dapat diatur. Dokter dapat menyesuaikan kekuatan, frekuensi, dan pola stimulasi berdasarkan respons pasien, perubahan gejala, serta efek samping.

DBS terutama digunakan untuk membantu mengendalikan gejala motorik Parkinson, seperti tremor, kekakuan, gerakan lambat, dan fluktuasi gerakan. Teknologi ini tidak menghentikan perkembangan Parkinson dan tidak mengatasi seluruh gejala penyakit.

Apa Itu VNS?

Vagus Nerve Stimulation (VNS) adalah terapi yang memberikan stimulasi listrik secara berkala pada saraf vagus di leher. Saraf ini memiliki hubungan dengan berbagai fungsi tubuh, termasuk jaringan yang berhubungan dengan otak.

Perangkat VNS umumnya terdiri atas generator dan elektroda. Generator ditanam melalui prosedur medis, sedangkan elektroda dipasang pada saraf vagus. Alat kemudian memberikan stimulasi sesuai jadwal yang diprogram dokter.

VNS terutama digunakan sebagai terapi tambahan pada epilepsi yang sulit dikendalikan dengan obat. VNS tidak menghilangkan penyebab epilepsi, tetapi dapat membantu mengurangi frekuensi atau tingkat keparahan kejang pada sebagian pasien.

Perbedaan DBS dan VNS

AspekDBSVNS
Nama lengkapDeep Brain StimulationVagus Nerve Stimulation
Area stimulasiArea tertentu di otakSaraf vagus di leher
Kondisi utamaParkinsonEpilepsi
Tujuan terapiMengendalikan gejala motorikMengurangi kejang
Bentuk terapiStimulasi otak menggunakan elektrodaStimulasi saraf perifer
PenyesuaianParameter perangkat disesuaikan dokterIntensitas dan jadwal disesuaikan dokter

DBS dan VNS bukan prosedur yang sama. Pemilihannya ditentukan oleh diagnosis, jenis gejala, riwayat terapi, kondisi kesehatan, dan hasil evaluasi medis. Preferensi pasien menjadi bagian dari diskusi, tetapi tidak menggantikan indikasi klinis.

DBS untuk Pasien Parkinson

Gejala yang Dapat Menjadi Pertimbangan

Gejala motorik Parkinson meliputi:

  • tremor atau gemetar;
  • kekakuan otot;
  • gerakan yang melambat;
  • kesulitan berjalan;
  • gangguan keseimbangan;
  • fluktuasi gerakan; dan
  • gerakan tidak terkendali sebagai akibat penyakit atau pengobatan tertentu.

DBS dapat dipertimbangkan untuk gejala motorik tertentu pada pasien yang sesuai. Teknologi ini tidak ditujukan untuk semua gejala Parkinson. Gangguan tidur, depresi, kecemasan, gangguan bicara, masalah kognitif, dan gejala nonmotorik lain memerlukan penilaian serta terapi tersendiri.

Kapan DBS Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan DBS ketika gejala motorik mengganggu aktivitas sehari-hari dan obat masih membantu, tetapi manfaatnya tidak lagi stabil. Pertimbangan lain meliputi:

  • periode ketika obat tidak lagi bekerja secara konsisten;
  • fluktuasi antara kondisi gerak baik dan buruk;
  • gerakan tidak terkendali;
  • tremor yang tetap mengganggu meskipun terapi telah diberikan; dan
  • manfaat obat yang masih terlihat, tetapi durasinya semakin singkat.

Respons terhadap obat Parkinson menjadi bagian penting dalam evaluasi. Dokter juga akan mempertimbangkan usia biologis, kesehatan umum, fungsi kognitif, kondisi psikologis, kemampuan mengikuti kontrol, dan dukungan keluarga.

Tidak ada satu kriteria tunggal yang menentukan kelayakan DBS untuk semua pasien. Evaluasi harus dilakukan secara individual oleh tim yang berpengalaman.

Prosedur DBS

Tahapan umum DBS meliputi:

  1. pemeriksaan neurologis dan dokumentasi gejala;
  2. evaluasi obat serta perubahan gejala setelah obat diberikan;
  3. pemeriksaan pencitraan otak;
  4. penilaian fungsi kognitif;
  5. pemeriksaan kondisi psikologis;
  6. diskusi manfaat, risiko, dan tujuan terapi;
  7. pemasangan elektroda serta generator;
  8. pemrograman perangkat setelah prosedur; dan
  9. kontrol berkala untuk menyesuaikan stimulasi.

DBS merupakan prosedur invasif yang memerlukan perencanaan khusus. Setelah alat terpasang, pasien mungkin membutuhkan beberapa kali kunjungan untuk pemrograman. Obat Parkinson biasanya tidak langsung dihentikan. Perubahan obat hanya boleh dilakukan berdasarkan arahan dokter.

Manfaat Potensial DBS

Pada pasien yang sesuai, DBS dapat membantu:

  • mengurangi tremor;
  • mengendalikan kekakuan atau gerakan lambat tertentu;
  • memperpanjang waktu ketika gerakan lebih terkendali;
  • mengurangi fluktuasi motorik;
  • meningkatkan kemampuan melakukan aktivitas harian; dan
  • mengurangi kebutuhan terhadap obat tertentu pada sebagian pasien.

Manfaat berbeda pada setiap pasien. DBS dapat membantu mengendalikan gejala, tetapi tidak menjamin semua keluhan menghilang dan tidak menghentikan perkembangan Parkinson.

Risiko dan Keterbatasan DBS

Risiko DBS dapat berkaitan dengan prosedur maupun perangkat, antara lain:

  • infeksi;
  • perdarahan;
  • komplikasi anestesi;
  • gangguan elektroda atau generator;
  • nyeri atau masalah pada area pemasangan;
  • perubahan bicara;
  • gangguan keseimbangan;
  • perubahan suasana hati;
  • perubahan fungsi kognitif; dan
  • efek samping akibat stimulasi yang terlalu kuat atau tidak sesuai.

Jika stimulasi menimbulkan efek samping, dokter dapat mengubah parameter perangkat. Pengaturan tersebut tidak boleh diubah sendiri oleh pasien.

Pasien tetap memerlukan pemantauan neurologis, obat, latihan fisik, rehabilitasi, terapi okupasi, terapi wicara, dan dukungan keluarga sesuai kebutuhan.

VNS untuk Pasien Epilepsi

Epilepsi yang Sulit Dikendalikan dengan Obat

Epilepsi yang sulit dikendalikan adalah kondisi ketika kejang masih terjadi meskipun pasien telah memperoleh obat yang sesuai dan menjalani evaluasi terapi. Kondisi ini tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan satu kali kejang atau anggapan bahwa obat tidak bekerja.

Dokter perlu memastikan:

  • diagnosis epilepsi;
  • jenis dan pola kejang;
  • dosis serta jenis obat;
  • kepatuhan minum obat;
  • interaksi antarobat;
  • pemicu kejang;
  • hasil pemeriksaan penunjang; dan
  • kemungkinan terapi lain, termasuk operasi epilepsi jika sesuai.

VNS biasanya dipertimbangkan sebagai terapi tambahan dan tidak otomatis menggantikan obat antikejang.

Prosedur VNS

Tahapan umum VNS meliputi:

  1. evaluasi neurologis;
  2. pencatatan frekuensi, durasi, dan karakter kejang;
  3. pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan;
  4. penilaian kesehatan umum dan kelayakan tindakan;
  5. pemasangan generator serta elektroda;
  6. aktivasi perangkat secara bertahap;
  7. pemrograman intensitas dan jadwal stimulasi; dan
  8. pemantauan respons serta efek samping.

Beberapa sistem memungkinkan penggunaan magnet oleh pasien atau pendamping sesuai instruksi medis. Penggunaan magnet tidak boleh dilakukan tanpa penjelasan dan pelatihan.

Setelah prosedur, pasien perlu mencatat frekuensi, durasi, pemicu, cedera, dan proses pemulihan setelah kejang. Catatan ini membantu dokter menilai respons terapi.

Manfaat Potensial VNS

Pada sebagian pasien, VNS dapat membantu:

  • mengurangi frekuensi kejang;
  • menurunkan tingkat keparahan kejang;
  • memperbaiki pemulihan setelah kejang;
  • menjadi terapi tambahan ketika obat belum memberikan hasil memadai; dan
  • melengkapi terapi lain yang masih diperlukan.

Manfaat VNS biasanya dinilai dalam periode tertentu, bukan hanya berdasarkan perubahan pada minggu awal. Kejang tetap dapat terjadi setelah pemasangan alat.

Risiko dan Keterbatasan VNS

Efek samping saat stimulasi dapat meliputi:

  • perubahan suara;
  • suara serak;
  • batuk;
  • rasa tidak nyaman di tenggorokan;
  • sensasi tertarik atau berdenyut di leher;
  • kesulitan menelan; dan
  • sesak pada sebagian pasien.

Risiko prosedur dapat mencakup infeksi, nyeri, masalah luka, dan gangguan perangkat. Parameter stimulasi mungkin perlu diubah secara berkala agar manfaat dan toleransi pasien lebih seimbang.

Obat antikejang tidak boleh dihentikan secara mendadak. Segera hubungi dokter jika terjadi efek samping berat, kejang berkepanjangan, cedera, gangguan napas, atau perubahan kondisi yang mengkhawatirkan.

Kandidat DBS atau VNS

Faktor yang Dinilai untuk DBS

Evaluasi calon pasien DBS dapat mencakup:

  • kepastian diagnosis Parkinson;
  • jenis dan tingkat keparahan gejala;
  • dampak gejala terhadap aktivitas harian;
  • respons terhadap obat;
  • fluktuasi motorik;
  • fungsi kognitif;
  • kondisi psikologis;
  • kesehatan umum;
  • risiko pembedahan;
  • kemampuan mengikuti kontrol; dan
  • dukungan keluarga.

Pasien dan keluarga perlu memahami tujuan yang realistis. DBS merupakan alat untuk mengendalikan gejala tertentu, bukan pengobatan yang menghapus Parkinson.

Faktor yang Dinilai untuk VNS

Pada calon pasien VNS, dokter dapat menilai:

  • kepastian diagnosis epilepsi;
  • jenis kejang;
  • frekuensi dan tingkat keparahan kejang;
  • riwayat penggunaan obat;
  • kepatuhan dan efek samping obat;
  • hasil pemeriksaan penunjang;
  • kemungkinan operasi epilepsi;
  • kondisi kesehatan umum; dan
  • kesiapan menjalani pemrograman serta kontrol.

VNS dapat menjadi pilihan pada epilepsi yang belum terkendali secara memadai, tetapi dokter tetap perlu membandingkannya dengan terapi lain.

Pentingnya Evaluasi Individual

Parkinson dan epilepsi memiliki banyak subtipe. Gejala yang tampak serupa dapat memiliki penyebab berbeda. Terapi yang membantu satu pasien belum tentu sesuai untuk pasien lain.

Keputusan tidak seharusnya dibuat berdasarkan promosi, testimoni, atau angka keberhasilan umum saja. Evaluasi dapat melibatkan dokter spesialis saraf, bedah saraf, ahli pencitraan, rehabilitasi, psikologi, dan tenaga kesehatan lain sesuai kebutuhan.

Perawatan Sebelum dan Sesudah Tindakan

Sebelum Prosedur

Pasien sebaiknya menyiapkan:

  • daftar obat dan dosis;
  • riwayat penyakit;
  • daftar alergi;
  • hasil pemeriksaan sebelumnya;
  • catatan gejala atau kejang; dan
  • informasi alat medis lain yang digunakan.

Tanyakan tujuan terapi, peluang manfaat, risiko pribadi, masa pemulihan, kebutuhan kontrol, biaya perangkat, serta kemungkinan perubahan obat. Pastikan pasien memahami apakah DBS atau VNS menjadi terapi tambahan atau bagian dari perubahan rencana terapi.

Setelah Prosedur

Pasien perlu:

  • menghadiri jadwal pemrograman;
  • mengikuti kontrol;
  • melaporkan perubahan gejala;
  • mencatat efek samping;
  • merawat luka sesuai instruksi;
  • mematuhi pembatasan aktivitas;
  • tidak mengubah obat sendiri; dan
  • tidak mengubah pengaturan perangkat sendiri.

Keluarga dapat membantu mengamati perubahan gerakan, suasana hati, fungsi kognitif, suara, pola kejang, dan kepatuhan terhadap kontrol.

Ketersediaan di Indonesia

Sejumlah pemberitaan menyebut DBS dan VNS mulai tersedia atau diperkenalkan di Indonesia sebagai pendekatan terapi untuk Parkinson dan epilepsi Sumber 3. Sumber lain menyoroti DBS dan VNS sebagai pilihan bagi pasien Parkinson serta epilepsi di Indonesia Sumber 7. DBS untuk Parkinson dan VNS untuk epilepsi juga dibahas sebagai pendekatan terapi neurologis Sumber 9.

Informasi tersebut tidak berarti semua rumah sakit menyediakan kedua layanan. Sebelum mengambil keputusan, pasien perlu memeriksa:

  • ketersediaan layanan;
  • pengalaman tim medis;
  • jenis perangkat yang digunakan;
  • proses evaluasi sebelum tindakan;
  • kebutuhan pemrograman dan kontrol;
  • cakupan asuransi;
  • biaya perangkat, operasi, dan perawatan lanjutan; serta
  • jalur rujukan dari dokter sebelumnya.

Pertanyaan untuk Dokter

  1. Apakah diagnosis dan kondisi saya sesuai dengan indikasi DBS atau VNS?
  2. Apa tujuan utama terapi dalam kasus saya?
  3. Apakah alat ini menggantikan atau menambah obat yang sedang digunakan?
  4. Apa risiko terbesar berdasarkan kondisi kesehatan saya?
  5. Berapa lama proses evaluasi dan pemulihan?
  6. Seberapa sering perangkat perlu diprogram atau diperiksa?
  7. Apa yang harus dilakukan jika muncul efek samping?
  8. Apakah tersedia pilihan terapi lain?
  9. Berapa perkiraan biaya tindakan, perangkat, kontrol, dan perawatan lanjutan?
  10. Apakah layanan ditanggung asuransi atau memerlukan rujukan tertentu?

Kesimpulan

DBS dan VNS merupakan teknologi stimulasi saraf dengan sasaran berbeda. DBS terutama membantu mengendalikan gejala motorik Parkinson pada pasien tertentu. VNS terutama menjadi terapi tambahan untuk membantu mengurangi kejang pada epilepsi yang sulit dikendalikan.

Keduanya tidak menjamin kesembuhan dan tidak selalu menghilangkan kebutuhan terhadap obat. Pasien tetap memerlukan pemantauan, rehabilitasi, dan perawatan berkelanjutan.

Keputusan terapi harus dibuat melalui evaluasi dokter spesialis, pemeriksaan menyeluruh, serta diskusi manfaat dan risiko. Ketersediaan teknologi di Indonesia membuka pilihan baru, tetapi pasien perlu memastikan kesiapan fasilitas, pengalaman tim medis, biaya, cakupan asuransi, dan kebutuhan pemantauan jangka panjang.

FAQ

Apakah DBS dapat menyembuhkan Parkinson?

Tidak. DBS dapat membantu mengendalikan gejala tertentu, terutama gejala motorik pada pasien yang sesuai. Parkinson tetap memerlukan pemantauan, pengobatan, rehabilitasi, dan perawatan berkelanjutan.

Apakah VNS dapat menghentikan semua kejang?

Tidak. VNS dapat membantu mengurangi frekuensi atau tingkat keparahan kejang pada sebagian pasien, tetapi kejang masih mungkin terjadi. Obat antikejang biasanya tetap digunakan sesuai arahan dokter.

Apa perbedaan DBS dan VNS?

DBS memberikan stimulasi listrik pada area tertentu di otak dan terutama digunakan dalam terapi Parkinson. VNS memberikan stimulasi pada saraf vagus dan terutama digunakan sebagai terapi tambahan untuk epilepsi.

Apakah setiap pasien Parkinson dapat menjalani DBS?

Tidak. Kandidat DBS perlu menjalani evaluasi diagnosis, respons terhadap obat, gejala, fungsi kognitif, kondisi psikologis, kesehatan umum, dan risiko prosedur.

Apakah VNS hanya ditujukan untuk pasien yang gagal minum obat?

VNS dapat dipertimbangkan pada pasien dengan epilepsi yang belum terkendali secara memadai setelah evaluasi dan terapi obat. Dokter juga perlu menilai pilihan lain serta memastikan diagnosis dan jenis kejang.

Apakah perangkat DBS atau VNS perlu diperiksa setelah dipasang?

Ya. Dokter perlu memantau respons terapi dan menyesuaikan parameter perangkat bila diperlukan. Pasien tidak boleh mengubah pengaturan atau menghentikan obat tanpa instruksi medis.

Kategori
👁️ 0
Bagikan

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kolom komentar ditutup.