Breaking
HOME DUNIA BISNIS TEKNOLOGI HIBURAN OLAHRAGA SAINS KESEHATAN Privacy Policy

Gletser Thwaites Mencair, Risiko Kenaikan Laut Berlipat

Gletser Thwaites Mencair, Risiko Kenaikan Laut Berlipat

Gletser Thwaites Mencair Lebih Cepat, Risiko Kenaikan Laut Meningkat

Gletser Thwaites di Antarktika Barat mencair lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya. Percepatan ini berpotensi meningkatkan kontribusinya terhadap kenaikan permukaan laut hingga dua kali lipat dibandingkan estimasi terdahulu Source 1.

Istilah “dua kali lipat” perlu dipahami secara tepat. Angka tersebut tidak berarti permukaan laut global akan langsung naik dua kali lipat. Maksudnya adalah kontribusi Gletser Thwaites terhadap kenaikan permukaan laut dapat lebih besar daripada proyeksi sebelumnya.

Thwaites sering dijuluki “Gletser Kiamat” karena perubahan pada gletser ini berpotensi memengaruhi kenaikan permukaan laut dan kestabilan lapisan es Antarktika Barat. Julukan tersebut merupakan istilah populer, bukan istilah ilmiah resmi Source 5.

Apa Itu Gletser Thwaites?

Gletser Thwaites merupakan aliran es besar di Antarktika Barat yang bergerak dari daratan menuju laut. Pergerakannya adalah bagian dari proses alami, tetapi kecepatannya dapat berubah akibat kondisi laut, dasar gletser, dan struktur es.

Es daratan terbentuk dari salju yang menumpuk dan terpadatkan di atas daratan. Ketika es ini mengalir ke laut lalu mencair, airnya menambah volume air laut dan berkontribusi langsung terhadap kenaikan permukaan laut. Hal ini berbeda dari es laut yang mengapung dan terbentuk dari air laut yang membeku.

Thwaites disebut “Gletser Kiamat” karena keruntuhannya berpotensi meningkatkan kenaikan permukaan laut dan memengaruhi gletser di sekitarnya. Keruntuhan tersebut tidak berarti seluruh es akan mencair seketika. Prosesnya dapat berlangsung bertahap melalui penipisan, percepatan aliran, keretakan, dan hilangnya bagian es yang menahan aliran dari daratan.

Mengapa Thwaites Mencair Lebih Cepat?

Salah satu penyebab penting adalah pencairan dari bawah. Air laut yang lebih hangat dapat mencapai bagian bawah atau bagian depan gletser. Panas tersebut mencairkan es, menipiskan gletser, dan mengurangi penopangnya.

Bagian gletser yang mengapung dapat memperlambat aliran es dari daratan ke laut. Jika bagian ini menipis, melemah, atau retak, es daratan dapat bergerak lebih cepat. Rangkaian prosesnya meliputi:

  1. Air laut yang lebih hangat mempercepat pencairan dari bawah.
  2. Bagian gletser yang menahan aliran es melemah.
  3. Es daratan bergerak lebih cepat menuju laut.
  4. Lebih banyak es daratan masuk ke laut.
  5. Kontribusi terhadap kenaikan permukaan laut meningkat.

Perubahan tersebut tidak disebabkan satu faktor saja. Kondisi laut, bentuk dasar gletser, struktur es, aliran es, dan perubahan iklim saling berinteraksi.

Apa Arti “Dua Kali Lipat”?

Pernyataan bahwa dampak Thwaites dapat menjadi dua kali lipat merujuk pada kemungkinan kontribusi gletser terhadap kenaikan permukaan laut yang lebih besar daripada perkiraan sebelumnya Source 9.

Tiga hal berikut perlu dibedakan:

  1. Kecepatan pencairan, yaitu seberapa cepat gletser kehilangan massa.
  2. Jumlah es daratan yang hilang, yaitu volume es yang berpindah atau mencair.
  3. Kontribusi terhadap kenaikan permukaan laut, yaitu tambahan kenaikan akibat masuknya es daratan ke laut.

Ketiganya saling berkaitan, tetapi bukan hal yang sama. Kenaikan permukaan laut merupakan proses kumulatif yang berlangsung dalam jangka panjang, bukan perubahan mendadak.

Proyeksi dapat berubah karena data pengamatan, kondisi laut, pergerakan es, bentuk dasar gletser, dan interaksi dengan wilayah sekitar terus diperbarui. Ketidakpastian model bukan berarti risikonya tidak nyata. Sebaliknya, perencanaan perlu mempertimbangkan berbagai skenario.

Dampak bagi Wilayah Pesisir

Kenaikan permukaan laut dapat memperbesar risiko:

  • banjir rob yang lebih sering dan lebih lama;
  • erosi pantai;
  • kerusakan jalan, pelabuhan, bandara, dan jaringan listrik;
  • gangguan drainase serta layanan air bersih;
  • intrusi air laut ke sumber air tanah;
  • penurunan produktivitas lahan pertanian;
  • kerusakan mangrove, padang lamun, dan ekosistem pesisir.

Permukaan laut yang lebih tinggi juga meningkatkan dampak gelombang dan badai. Wilayah yang sebelumnya hanya tergenang saat cuaca ekstrem dapat lebih mudah mengalami banjir ketika pasang tinggi.

Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Indonesia memiliki banyak kota pesisir, pulau kecil, kawasan tambak, dan pusat ekonomi yang berada dekat laut. Risikonya menjadi lebih besar di wilayah yang mengalami penurunan muka tanah.

Banjir rob, erosi pantai, kerusakan jalan, gangguan drainase, dan intrusi air laut dapat terjadi secara bersamaan. Pulau kecil dan masyarakat yang bergantung pada perikanan, tambak, pariwisata, pertanian pesisir, serta sumber daya pantai memiliki kerentanan lebih tinggi.

Adaptasi perlu disesuaikan dengan kondisi setiap daerah. Langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • memperkuat tata ruang berbasis risiko;
  • memulihkan dan melindungi mangrove serta ekosistem pesisir;
  • meningkatkan kapasitas drainase;
  • membangun sistem peringatan dini;
  • menyesuaikan desain infrastruktur dengan risiko masa depan;
  • menyiapkan relokasi bagi wilayah dengan risiko sangat tinggi;
  • melibatkan masyarakat dalam perencanaan.

Apakah Thwaites Akan Runtuh dalam Waktu Dekat?

Pencairan Thwaites berlangsung lebih cepat dan risikonya meningkat, tetapi belum ada tanggal pasti untuk keruntuhan total. Pencairan yang meningkat, percepatan aliran es, keruntuhan sebagian, dan keruntuhan keseluruhan merupakan kondisi yang berbeda.

Perubahan pada satu bagian tidak otomatis berarti seluruh gletser akan runtuh dalam waktu dekat. Ilmuwan terus mengamati pergerakan es, kondisi laut, retakan, serta hubungan antara gletser dan dasar laut. Peringatan tentang risiko perlu dipahami sebagai dasar pengambilan keputusan, bukan ramalan bencana pada tanggal tertentu Source 7.

Respons yang Diperlukan

Pengurangan emisi gas rumah kaca tetap menjadi langkah utama untuk membatasi pemanasan global. Pemantauan satelit, pengukuran laut, pemetaan dasar gletser, dan pengamatan pergerakan es diperlukan untuk memperbaiki proyeksi.

Di wilayah pesisir, perlindungan pantai, pemulihan ekosistem, penyesuaian bangunan, penguatan drainase, dan relokasi perlu dipilih berdasarkan kondisi geografis, sosial, serta ekonomi setiap daerah. Kerja sama internasional juga penting karena kenaikan permukaan laut berdampak lintas negara.

Kesimpulan

Gletser Thwaites mencair lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya. Potensi kontribusinya terhadap kenaikan permukaan laut dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan estimasi terdahulu, tetapi istilah tersebut merujuk pada perbandingan proyeksi, bukan kenaikan permukaan laut global yang langsung berlipat ganda.

Dampaknya berlangsung dalam jangka panjang melalui bertambahnya aliran es daratan ke laut. Risiko ini dapat memengaruhi wilayah pesisir, infrastruktur, air tawar, pertanian, dan ekosistem, termasuk di Indonesia.

Pengurangan emisi, pemantauan Antarktika, riset, serta adaptasi pesisir perlu dilakukan secara bersamaan. Thwaites bukan hanya isu tentang es yang mencair, melainkan peringatan untuk memperbaiki keputusan pembangunan dan perlindungan masyarakat pesisir.

Pertanyaan Umum

Apa yang dimaksud dengan “Gletser Kiamat”?

“Gletser Kiamat” adalah julukan populer untuk Gletser Thwaites di Antarktika Barat. Julukan ini merujuk pada potensi dampaknya terhadap kenaikan permukaan laut dan kestabilan lapisan es di sekitarnya.

Mengapa Gletser Thwaites mencair lebih cepat?

Pencairan dipengaruhi oleh perubahan kondisi laut, pencairan dari bawah, serta melemahnya bagian gletser yang menahan aliran es. Perubahan iklim dapat memperburuk kondisi tersebut.

Apakah pencairan Thwaites langsung menggandakan kenaikan permukaan laut?

Tidak. Pernyataan tersebut merujuk pada kemungkinan kontribusi Thwaites yang menjadi dua kali lipat dibandingkan perkiraan sebelumnya. Kenaikan permukaan laut berlangsung bertahap dan dipengaruhi banyak faktor.

Apakah Thwaites akan runtuh dalam waktu dekat?

Belum ada tanggal pasti untuk keruntuhan total. Para ilmuwan memperingatkan adanya percepatan pencairan dan peningkatan risiko, tetapi prosesnya kompleks dan dapat berlangsung bertahap.

Apa dampaknya bagi Indonesia?

Kenaikan permukaan laut dapat memperparah banjir rob, erosi pantai, intrusi air laut, kerusakan ekosistem, dan risiko terhadap infrastruktur di kawasan pesisir serta pulau kecil.

Apa yang dapat dilakukan?

Langkah penting meliputi pengurangan emisi, pemantauan perubahan es, perlindungan ekosistem pesisir, tata ruang berbasis risiko, peningkatan infrastruktur, dan penguatan sistem peringatan dini.

Kategori
👁️ 0
Bagikan

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kolom komentar ditutup.