Breaking
HOME DUNIA BISNIS TEKNOLOGI HIBURAN OLAHRAGA SAINS KESEHATAN Privacy Policy

Lima Cara Dinkes Kaltim Cegah Influenza

Lima Cara Dinkes Kaltim Cegah Influenza

Lima Cara Dinkes Kaltim Melindungi Diri dari Influenza

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat agar mewaspadai influenza dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Influenza dapat menyebar melalui percikan pernapasan ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi saat seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Rincian lima langkah pencegahan dalam publikasi asli Dinkes Kaltim perlu dicocokkan kembali dengan sumber resmi. Panduan berikut merangkum prinsip pencegahan infeksi saluran pernapasan yang relevan dan bukan kutipan langsung dari Dinkes Kaltim. Sumber 1

Mengenal Influenza dan ISPA

Influenza adalah infeksi akibat virus yang menyerang sistem pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, saluran pernapasan, dan paru-paru. Gejala yang umum meliputi demam, batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, nyeri otot, sakit kepala, lemas, menggigil, dan rasa tidak enak badan.

ISPA merupakan istilah yang lebih luas untuk infeksi pada saluran pernapasan. Influenza adalah salah satu penyakit akibat virus yang dapat termasuk dalam kelompok tersebut. Karena itu, batuk, pilek, atau demam tidak selalu berarti influenza. Keluhan serupa dapat disebabkan oleh virus lain, bakteri, alergi, iritasi udara, atau kondisi kesehatan lain.

Anak-anak, bayi, balita, lansia, ibu hamil, penderita asma, penyakit jantung, diabetes, penyakit kronis, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah perlu lebih waspada terhadap komplikasi.

Lima Cara Melindungi Diri dari Influenza

1. Menjaga kebersihan tangan

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah batuk atau bersin, berada di tempat umum, menggunakan fasilitas bersama, merawat orang sakit, membuang tisu, dan menggunakan toilet. Cuci tangan juga sebelum makan atau menyiapkan makanan.

Basahi tangan, gunakan sabun, gosok telapak dan punggung tangan, sela-sela jari, ujung jari, serta sekitar kuku. Bilas dengan air mengalir dan keringkan menggunakan tisu atau kain bersih. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbahan alkohol sesuai petunjuk kemasan.

Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan.

2. Menerapkan etika batuk dan bersin

Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu saat batuk atau bersin, kemudian segera buang tisu ke tempat sampah dan cuci tangan. Jika tisu tidak tersedia, gunakan siku bagian dalam, bukan telapak tangan.

Orang yang mengalami batuk atau pilek sebaiknya menggunakan masker ketika berada dekat orang lain, terutama di ruang tertutup. Hindari berbicara terlalu dekat dengan anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit kronis.

3. Menggunakan masker ketika diperlukan

Gunakan masker saat mengalami batuk, pilek, demam, atau gejala infeksi pernapasan, terutama ketika harus berada di ruang tertutup, tempat ramai, kendaraan umum, atau fasilitas kesehatan.

Pastikan masker menutup hidung, mulut, dan dagu. Ganti masker jika basah, kotor, atau rusak. Saat melepasnya, pegang bagian tali atau pengikat dan hindari menyentuh bagian depan. Cuci tangan sebelum dan sesudah memakai atau melepas masker.

Masker melengkapi, bukan menggantikan, kebiasaan mencuci tangan, menjaga jarak saat sakit, dan memperbaiki sirkulasi udara.

4. Membatasi kontak saat sakit

Orang yang mengalami gejala influenza atau ISPA sebaiknya beristirahat di rumah jika memungkinkan. Langkah ini membantu pemulihan dan mengurangi risiko penularan di sekolah, tempat kerja, kendaraan umum, serta tempat ramai.

Hindari berbagi alat makan, gelas, botol minum, handuk, bantal, sapu tangan, dan barang pribadi lainnya. Jika tinggal bersama keluarga, jaga jarak dan gunakan ruang istirahat terpisah apabila memungkinkan. Buka jendela atau pintu secara berkala untuk memperbaiki sirkulasi udara.

Jangan memaksakan diri masuk kerja atau sekolah ketika mengalami demam atau gejala yang cukup berat.

5. Menjaga kesehatan tubuh dan mencari pertolongan

Tidur cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, minum air yang cukup, beraktivitas fisik sesuai kemampuan, mengelola stres, menghindari asap rokok, dan menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan sehat membantu mempertahankan kondisi tubuh, tetapi tidak menggantikan diagnosis atau pengobatan.

Influenza umumnya disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak membasmi virus dan tidak boleh digunakan tanpa pemeriksaan serta resep tenaga kesehatan. Penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping dan meningkatkan resistansi antimikroba.

Pencegahan di Rumah, Sekolah, dan Tempat Umum

Bersihkan permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, meja, keran, sakelar lampu, telepon, dan pengendali jarak jauh. Pisahkan barang pribadi orang yang sakit dan cuci tangan setelah merawatnya.

Di sekolah dan tempat kerja, sediakan fasilitas cuci tangan atau pembersih tangan, jaga ventilasi, dan dorong orang yang demam atau mengalami gejala berat untuk beristirahat di rumah. Di tempat umum, bersihkan tangan setelah menyentuh pegangan kendaraan, tombol lift, mesin pembayaran, atau fasilitas bersama. Hindari menyentuh wajah sebelum membersihkan tangan.

Kewaspadaan terhadap ISPA di Kaltim

Dinkes Kalimantan Timur juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai ISPA dan demam berdarah dengue selama musim kemarau. Debu, asap, dan perubahan kualitas udara dapat memperburuk keluhan pernapasan, terutama pada penderita asma atau penyakit pernapasan lain. Sumber 5

Influenza tetap merupakan infeksi akibat virus. Jangan menyamakan influenza dengan demam berdarah dengue karena penyebab, cara penularan, dan pencegahannya berbeda. Masyarakat sebaiknya mengikuti informasi cuaca, kualitas udara, dan kesehatan dari sumber pemerintah yang tepercaya.

Dinkes Kaltim disebut mengintegrasikan pemantauan kondisi cuaca dengan sistem pengaduan ISPA. Data tersebut dapat membantu pemantauan kesehatan masyarakat, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan medis. Sumber 9

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami:

  • Sesak napas atau nyeri dada.
  • Demam tinggi atau demam yang tidak membaik.
  • Batuk yang semakin parah.
  • Lemas berat.
  • Kesulitan makan atau minum.
  • Penurunan kesadaran.
  • Bibir atau wajah tampak kebiruan.
  • Gejala pada bayi, lansia, ibu hamil, atau penderita penyakit kronis.

Sebelum berkonsultasi, siapkan informasi tentang gejala, durasi keluhan, riwayat penyakit, obat yang sedang dikonsumsi, dan kemungkinan kontak dengan orang sakit. Gunakan masker saat datang ke fasilitas kesehatan dan ikuti arahan tenaga medis.

Kesimpulan

Pencegahan influenza dimulai dari kebiasaan sehari-hari: menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika diperlukan, membatasi kontak saat sakit, menjaga kesehatan tubuh, serta mencari pertolongan medis ketika gejala memburuk. Terapkan langkah tersebut secara konsisten dan ikuti informasi dari Dinkes Kaltim, fasilitas kesehatan, serta sumber pemerintah yang tepercaya.

Tanya Jawab

Apa lima cara melindungi diri dari influenza?

Caranya adalah menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika diperlukan, membatasi kontak saat sakit, serta menjaga kesehatan tubuh dan memeriksakan diri jika gejala memburuk.

Apakah influenza sama dengan ISPA?

Tidak selalu. ISPA adalah istilah umum untuk infeksi saluran pernapasan, sedangkan influenza merupakan penyakit akibat virus yang menyerang sistem pernapasan.

Apakah antibiotik dapat menyembuhkan influenza?

Tidak. Antibiotik ditujukan untuk infeksi bakteri, bukan virus influenza. Jangan menggunakannya tanpa pemeriksaan dan resep tenaga kesehatan.

Kapan gejala influenza perlu diperiksakan?

Periksakan diri jika mengalami sesak napas, nyeri dada, demam yang tidak membaik, lemas berat, batuk yang semakin parah, kesulitan makan atau minum, atau penurunan kesadaran. Pemeriksaan juga penting bagi kelompok rentan.

Bagaimana mencegah influenza di rumah?

Cuci tangan, terapkan etika batuk, gunakan masker ketika diperlukan, tingkatkan sirkulasi udara, bersihkan permukaan yang sering disentuh, hindari berbagi barang pribadi, dan batasi kontak dengan anggota keluarga yang sakit.

Kategori
👁️ 0
Bagikan

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kolom komentar ditutup.