Breaking
HOME DUNIA BISNIS TEKNOLOGI HIBURAN OLAHRAGA SAINS KESEHATAN Privacy Policy

Waspada Puncak DBD Desember–Januari, Aktifkan Jumantik

Waspada Puncak DBD Desember–Januari, Aktifkan Jumantik

Waspada Puncak DBD Desember–Januari, Aktifkan Jumantik

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada Desember–Januari. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan 3M Plus, dan mengaktifkan kembali juru pemantau jentik (Jumantik).

Pencegahan DBD bukan hanya tanggung jawab puskesmas atau pemerintah daerah. Keluarga, sekolah, tempat kerja, pengurus RT, kelurahan, dan komunitas perlu memeriksa serta menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Sumber 1

Mengapa Desember–Januari Perlu Diwaspadai?

Curah Hujan Meningkat

Hujan dapat meninggalkan genangan di ember, kaleng, pot tanaman, talang, ban bekas, terpal, tutup botol, tatakan pot, dan wadah lainnya. Nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak pada air yang relatif jernih di sekitar rumah.

Pemeriksaan perlu mencakup kamar mandi, dapur, gudang, teras, tempat penampungan air, halaman, serta bagian rumah yang jarang digunakan. Wadah kecil sering luput, padahal dapat menjadi tempat jentik berkembang.

Siklus Nyamuk Berlangsung di Sekitar Rumah

Nyamuk penular DBD dapat berkembang biak di rumah, sekolah, kantor, fasilitas umum, dan area permukiman. Nyamuk dewasa juga dapat bersembunyi di tempat gelap dan lembap, seperti bawah meja, belakang tirai, kamar mandi, serta ruang penyimpanan.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan sedikitnya sekali seminggu dan diulangi setelah hujan deras. Membersihkan satu lokasi tidak cukup apabila masih ada wadah lain yang menampung air.

Mobilitas Akhir Tahun Meningkat

Sebagian keluarga bepergian dan meninggalkan rumah selama beberapa hari. Sebelum bepergian, periksa bak mandi, ember, pot, talang, halaman, dan barang bekas. Tutup wadah yang masih digunakan serta balik, buang, atau simpan barang yang dapat menampung air.

Setelah kembali, lakukan pemeriksaan ulang karena hujan dapat menciptakan genangan baru di halaman, atap, saluran air, atau benda yang sebelumnya kering.

Peran Jumantik dalam Pencegahan DBD

Jumantik adalah juru pemantau jentik yang memeriksa keberadaan jentik di rumah dan lingkungan tertentu. Jumantik dapat berasal dari masyarakat atau kader yang melakukan pemantauan secara terorganisasi.

Jumantik bukan pengganti tenaga kesehatan. Tugasnya membantu menemukan risiko lebih awal, mengingatkan warga, mencatat atau melaporkan temuan, serta mendorong pemberantasan sarang nyamuk. Temuan yang memerlukan penanganan lebih lanjut dapat dikoordinasikan dengan pengurus lingkungan, kader kesehatan, puskesmas, atau pihak terkait.

Pengurus RT, kelurahan, kader, dan puskesmas dapat menyusun jadwal pemeriksaan, mekanisme pencatatan, serta jalur pelaporan apabila ditemukan jentik atau lokasi berisiko.

Tugas Jumantik

  1. Memeriksa tempat penampungan air di dalam dan sekitar rumah.
  2. Mengidentifikasi jentik dan wadah yang berpotensi menampung air.
  3. Mengingatkan warga menerapkan 3M Plus.
  4. Mencatat atau melaporkan temuan sesuai mekanisme wilayah.
  5. Berkoordinasi dengan pengurus RT, kader, dan petugas kesehatan.
  6. Mendorong pemeriksaan lingkungan secara berkala.
  7. Mengarahkan keluarga ke puskesmas apabila terdapat demam atau gejala yang mengarah pada DBD.

Cara Mencegah DBD dengan 3M Plus

1. Menguras

Buang air dan sikat dinding bagian dalam bak mandi, drum, ember, serta tempat penampungan air agar telur atau jentik tidak tertinggal. Periksa juga talang, saluran pembuangan, lubang drainase, dan halaman setelah hujan.

2. Menutup

Tutup rapat tempat penyimpanan air. Pastikan penutup tidak bergeser atau menyisakan celah bagi nyamuk. Wadah yang sulit ditutup perlu dikelola sesuai arahan kader atau petugas kesehatan.

3. Mendaur Ulang atau Menyingkirkan Barang Bekas

Buang, daur ulang, balik, atau simpan di tempat terlindung barang yang dapat menampung air, seperti botol, kaleng, ban, gelas plastik, dan wadah makanan. Jangan menumpuk barang bekas di halaman tanpa pemeriksaan.

Langkah Plus

  • Menggunakan kelambu bila diperlukan.
  • Memasang kawat kasa pada bagian rumah tertentu.
  • Menggunakan obat antinyamuk sesuai petunjuk.
  • Mengenakan pakaian yang menutupi sebagian besar kulit.
  • Membersihkan ruangan yang gelap dan lembap.
  • Memperbaiki saluran air yang tersumbat.
  • Menjaga halaman tetap kering dan bebas dari barang bekas.
  • Mengelola tempat penampungan air yang sulit dikuras sesuai arahan petugas kesehatan.

Lokasi yang Sering Luput dari Pemeriksaan

Di dalam rumah, periksa tatakan pot, vas bunga, wadah air hewan peliharaan, ember, tempat penampungan air, wadah dispenser, kamar mandi, gudang, serta nampan di bawah peralatan rumah tangga. Ganti air vas dan wadah hewan peliharaan secara rutin.

Di luar rumah, periksa talang, ban bekas, kaleng, botol terbuka, terpal, pot, saluran air, tempat sampah, atap, balkon, dan area belakang rumah.

Fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, kantor, area parkir, taman, bangunan kosong, serta rumah yang tidak dihuni juga perlu dipantau. Warga dapat melaporkan talang tersumbat, tempat sampah terbuka, atau saluran yang menahan air kepada pengurus RT, pengelola fasilitas, kelurahan, atau petugas terkait.

Kenali Gejala dan Tanda Bahaya DBD

Gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot atau sendi, mual, muntah, lemas, ruam, dan tanda perdarahan tertentu. Gejala tersebut tidak dapat memastikan DBD sehingga diagnosis tetap memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan.

Segera cari pertolongan medis jika muncul muntah terus-menerus, perdarahan, nyeri perut hebat, lemas berat, sulit dibangunkan, sesak napas, tidak mampu makan atau minum, atau kondisi memburuk setelah demam mereda.

Catat waktu mulai demam, perubahan suhu, keluhan, asupan cairan, dan obat yang telah dikonsumsi. Jangan menunggu kondisi menjadi berat dan jangan mengganti pemeriksaan medis dengan pengobatan mandiri.

Langkah yang Dapat Dilakukan Minggu Ini

  1. Periksa semua wadah air di dalam dan luar rumah.
  2. Kuras serta sikat tempat penampungan air.
  3. Tutup rapat wadah yang masih digunakan.
  4. Buang, balik, atau daur ulang barang bekas.
  5. Bersihkan talang dan saluran air.
  6. Periksa rumah kosong atau rumah yang akan ditinggalkan.
  7. Hubungi pengurus RT untuk mengetahui jadwal Jumantik.
  8. Simpan kontak puskesmas terdekat.
  9. Pantau anggota keluarga yang mengalami demam.
  10. Ulangi pemeriksaan setelah hujan.

Kesimpulan

Puncak DBD pada Desember–Januari perlu diwaspadai masyarakat Kalimantan Timur. Pengaktifan kembali Jumantik dapat memperkuat pemantauan jentik dan mendorong pencegahan berbasis masyarakat.

Pemeriksaan jentik harus menjadi kebiasaan mingguan di rumah, sekolah, tempat kerja, dan fasilitas umum. Jika anggota keluarga mengalami demam atau tanda bahaya, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Pertanyaan Umum

Mengapa DBD perlu diwaspadai pada Desember–Januari?

Hujan pada periode tersebut dapat menghasilkan genangan di sekitar rumah. Genangan dalam wadah tertentu dapat menjadi tempat nyamuk penular DBD berkembang biak.

Apa tugas Jumantik?

Jumantik memeriksa jentik, menemukan wadah berisiko, mengingatkan warga menerapkan 3M Plus, dan melaporkan temuan sesuai mekanisme setempat. Jumantik bukan pengganti tenaga medis.

Seberapa sering pemeriksaan jentik dilakukan?

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan setiap minggu dan diulangi setelah hujan, terutama pada talang, pot, tempat penampungan air, barang bekas, dan area yang jarang diperiksa.

Apa yang dilakukan jika anggota keluarga demam?

Pantau kondisi pasien, jaga asupan cairan, dan konsultasikan keluhan ke fasilitas kesehatan. Segera cari pertolongan jika terdapat perdarahan, muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, lemas berat, sesak napas, atau kondisi memburuk.

Bagaimana keluarga ikut mengaktifkan Jumantik?

Hubungi pengurus RT, kader kesehatan, kelurahan, atau puskesmas untuk mengetahui program pemantauan setempat. Sambil menunggu koordinasi, lakukan pemeriksaan dan pemberantasan sarang nyamuk setiap minggu.

Kategori
👁️ 0
Bagikan

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kolom komentar ditutup.